Tag Archives for putra rajawali banjaran

Rani Kirim SMS ke Antasari

JAKARTA, KOMPAS.com — Menurut pengacara Antasari Azhar, M Assegaf, selain meneruskan kuliah, Rani Juliani juga menjadi petugas pemasaran di Lapangan Golf Modernland. Rani menawarkan kepada Antasari untuk menjadi anggota lagi di lapangan golf tersebut.
         
"Rani Juliani minta Antasari Azhar untuk memperpanjang keanggotaan (Modernland)," katanya. Dalam penawaran tersebut, Rani mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Antasari Azhar, termasuk menerima SMS dari Direktur PT PBR Nasrudin Zulkarnaen yang menyebutkan kasus-kasus korupsi.
         
Continue Reading »

Kapolri Copot Wiliardi Wizar

Presiden meneken surat pemberhentian sementara Antasari hari ini.

JAKARTA– Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan Komisaris Besar Wiliardi Wizar, salah satu tersangka pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen, sudah dicopot dari jabatannya. “Ya, sudah tidak ada (jabatan),” kata Bambang Hendarso di Markas Besar Kepolisian RI kemarin.

Menurut pemeriksaan polisi, Wiliardi berperan sebagai pencari eksekutor dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran itu. Mantan Kepala Polres Jakarta Selatan tersebut diduga mendapat perintah dari Antasari Azhar, yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum terjerat kasus ini, Wiliardi adalah Kepala Sub-Bidang Pariwisata Direktorat Pengamanan Obyek Khusus Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri.

Continue Reading »

Rani Target Pembunuhan

Pada malam setelah penembakan Nasrudin, Rani meminta perlindungan.
TANGERANG – Sebelum ditembak mati, Nasrudin sudah menduga ia bakal dibunuh. Dia bahkan memperhitungkan bahwa Rani, istri ketiganya, juga bakal menjadi target pembunuhan.

Informasi ini diungkapkan seorang sumber di Kepolisian Resor Metro Tangerang mengutip hasil pemeriksaan terhadap Rani, sehari setelah Nasrudin dibunuh pertengahan Maret lalu. Kepada polisi pula saat itu Rani sudah menyebutkan keterkaitan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dalam kasus ini.

Nasrudin Zulkarnaen ditembak pada 14 Maret 2009 dan meninggal sehari kemudian. Pada hari kematian Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran itu, polisi sudah memeriksa Rani. Dalam pemeriksaan itulah Rani mengungkapkan bahwa Nasrudin menduga istrinya pun akan menjadi korban. "Kalau saya meninggal, target selanjutnya kamu," kata Rani.

Continue Reading »

Wiliardi Dituduh Ikut Siapkan Eksekutor

JAKARTA — Komisaris Besar Polisi Wiliardi Wizar mendapat perintah langsung dari Antasari Azhar dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

“Kalau polisi, yang (memberi) perintah mestinya atasan langsung. Kalau dia (Wiliardi), diperintah orang lain,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji, tentang hasil pemeriksaan terhadap Wiliardi kemarin.

Ketika ditanyakan apakah Wiliardi mendapat perintah langsung dari Antasari, Juru Bicara Markas Besar Polri Abubakar Nataprawira membenarkan. “Ya, kurang lebih begitu,” ujarnya.

Continue Reading »

Antasari Akui Kenal Rani

Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Antasari Azhar akhirnya mengakui mengenal Rani Juliani, caddy golf yang disebut-sebut sebagai pangkal masalah terbunuhnya Nasrudin Zulkarnaen. Antasari mengaku mengenal Rani saat diberondong dengan 10 pertanyaan oleh empat penyidik di markas Kepolisian Daerah Metro Jaya kemarin.

Menurut pengacara Antasari, Juniver Girsang, pertanyaan penyidik masih seputar hubungan Antasari dengan korban Nasrudin, para tersangka, dan Rani Juliani. “Dia mengaku kenal dengan Sigid Haryo Wibisono, Wiliardi Wizar, Rani, dan Nasrudin,” kata Juniver setelah mendampingi Antasari.

Pengacara lain yang ikut mendampingi, Mohammad Assegaf, mengatakan Antasari mengaku mengenal Rani sejak tiga tahun yang lalu ketika masih bertugas di Kejaksaan Agung. “Tapi baru satu-dua kali bertemu,” kata Assegaf.

Continue Reading »

Mabes Polri: Wiliardi Diperintah Antasari Rekrut Penembak Nasrudin

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisaris Besar Wiliardi Wizar, perwira polisi yang diduga terkait pembunuhan berencana Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, berperan merekrut para eksekutor. "(Wiliardi) bukan merancang (pembunuhan), dia ikut cari-cari orang, berunding-runding," ujar Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji, Selasa (5/5).

Mantan Kepala Polres Jakarta Selatan ini, kata Susno, ikut dalam rencana pembunuhan dengan alasan supaya naik pangkat. Saat ditanya apakah Wiliardi menerima perintah langsung dari Antasari, Susno membenarkannya. "Mestinya kalau polisi yang perintah atasan polisi langsung, kalau dia (Wiliardi) diperintah orang lain (Antasari)," kata dia.

Continue Reading »

Antasari Dijauhkan dari Tahanan Korupsi

Terjerat keterangan saksi dan surat-surat.

JAKARTA — Setelah diperiksa selama sekitar delapan jam, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Antasari Azhar resmi ditahan kemarin sore. Polisi juga menegaskan penetapan statusnya sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iriawan mengatakan Antasari dititipkan di ruang tahanan Direktorat Narkoba. Alasannya, polisi khawatir akan terjadi persinggungan kepentingan antara Antasari dan para tahanan kasus korupsi titipan KPK di Direktorat Reserse.

Continue Reading »

Jaksa Urip dan Musuh Antasari Bersorak

JAKARTA, KOMPAS.com — Para terdakwa kasus korupsi dan suap yang pernah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersorak gembira ketika mengetahui Antasari Azhar dijaring sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan terkait kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Senin (4/5).

“Itu karma bagi orang yang berkehendak zalim terhadap diri saya,” ujar Urip Tri Gunawan, mantan jaksa yang dihukum 20 tahun penjara karena menerima suap Rp 6 miliar dari Arthalyta Suryani. Menurutnya, tuntutan 20 tahun yang diajukan jaksa penuntut umum dari KPK dan dikuatkan Mahkamah Agung (MA) membuat Urip sakit hati.

Continue Reading »

Kisah Masjid Wizar di Samping Polres

Foto Komisaris Besar Wiliardi Wizar masih terpajang di lantai II kantor Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Ia tampak gagah menatap kamera, sejajar dengan foto bekas kepala polres lain yang pernah menjabat di Jakarta Selatan. Di bawah fotonya tertera keterangan masa jabatan Wiliardi: 2005-2007.

Andai tak terjadi pembunuhan terhadap Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, barangkali karier Wiliardi tetap moncer. Juli nanti, dia seharusnya dipromosikan menjadi direktur di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat brigadir jenderal setelah lulus Sekolah Staf Perwira Tinggi Mabes Polri sekitar akhir tahun lalu.

Continue Reading »