JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Chandra Hamzah menjelaskan kronologis pengambilan keputusan non-aktif Ketua KPK Antasari Azhar. Ternyata, Antasari menjelaskan kasusnya tak terkait kasus dugaan korupsi, tetapi murni kasus pidana umum.
"Dalam rapat pimpinan KPK di rumah Antasari, ia (AA) mengatakan permasalahan yang dialami cukup berat maka ia berharap pimpinan berempat dapat menjalankan kepemimpinan KPK untuk seterusnya, dan sementara ia akan fokus untuk menyelesaikan masalahnya," kata Chandra saat menjawab pertanyaan anggota Komisi III terkait alasan penonaktifan Antasari, di RDP Komisi III, Jakarta, hari ini.
Continue Reading »
JAKARTA, KOMPAS.com — Misteri pertemuan Antasari Azhar dengan Rani Juliani di Kamar 808 Hotel Grand Mahakam, Blok M, Jakarta, mulai terkuak. Antasari diberitakan pernah melakukan pertemuan dengan Rani selama sekitar 5-10 menit setelah sering mendapat SMS dari caddy di Lapangan Golf Modernland, Tangerang, tersebut.
"Setelah menerima SMS berkali-kali dari Rani, akhirnya Pak Antasari mengundang yang bersangkutan datang ke hotel tersebut. Pertemuan hanya berlangsung sekitar 5-10 menit. Pintu kamar hotel terbuka," ujar salah seorang penasihat hukum Antasari, Ari Yusuf Amir, Selasa (5/5).
Continue Reading »
JAKARTA, KOMPAS.com — Menurut pengacara Antasari Azhar, M Assegaf, selain meneruskan kuliah, Rani Juliani juga menjadi petugas pemasaran di Lapangan Golf Modernland. Rani menawarkan kepada Antasari untuk menjadi anggota lagi di lapangan golf tersebut.
"Rani Juliani minta Antasari Azhar untuk memperpanjang keanggotaan (Modernland)," katanya. Dalam penawaran tersebut, Rani mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada Antasari Azhar, termasuk menerima SMS dari Direktur PT PBR Nasrudin Zulkarnaen yang menyebutkan kasus-kasus korupsi.
Continue Reading »
KEHADIRAN Rani Juliani, caddy (pemandu golf) Padang Golf Modernland, dalam kehidupan Ketua KPK nonaktif, Antasari Azhar, baru diketahui istrinya, Ny Ida Laksmiwati, ketika berita mengenai pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ramai diberitakan media massa.
“Awalnya saya melihat berita di televisi. Kemudian saya bertanya kepada Bapak mengenai kebenaran berita itu. Bapak bilang tidak terlibat. Saya percaya pada penjelasan Bapak dan tidak tanya-tanya lagi,” kata Ida di Jakarta, Rabu (6/5).
Kedua anak Antasari bersekolah di Australia, dan mereka mengetahui persoalan yang menimpa ayahnya dari pemberitaan di internet. “Saya berusaha menjelaskan kepada mereka bahwa papa tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu. Mereka percaya karena tahu persis bagaimana ayahnya,” tambah Ny Ida.
Continue Reading »
Presiden meneken surat pemberhentian sementara Antasari hari ini.
JAKARTA– Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan Komisaris Besar Wiliardi Wizar, salah satu tersangka pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen, sudah dicopot dari jabatannya. “Ya, sudah tidak ada (jabatan),” kata Bambang Hendarso di Markas Besar Kepolisian RI kemarin.
Menurut pemeriksaan polisi, Wiliardi berperan sebagai pencari eksekutor dalam kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran itu. Mantan Kepala Polres Jakarta Selatan tersebut diduga mendapat perintah dari Antasari Azhar, yang kini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelum terjerat kasus ini, Wiliardi adalah Kepala Sub-Bidang Pariwisata Direktorat Pengamanan Obyek Khusus Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri.
Continue Reading »
Pada malam setelah penembakan Nasrudin, Rani meminta perlindungan.
TANGERANG – Sebelum ditembak mati, Nasrudin sudah menduga ia bakal dibunuh. Dia bahkan memperhitungkan bahwa Rani, istri ketiganya, juga bakal menjadi target pembunuhan.
Informasi ini diungkapkan seorang sumber di Kepolisian Resor Metro Tangerang mengutip hasil pemeriksaan terhadap Rani, sehari setelah Nasrudin dibunuh pertengahan Maret lalu. Kepada polisi pula saat itu Rani sudah menyebutkan keterkaitan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dalam kasus ini.
Nasrudin Zulkarnaen ditembak pada 14 Maret 2009 dan meninggal sehari kemudian. Pada hari kematian Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran itu, polisi sudah memeriksa Rani. Dalam pemeriksaan itulah Rani mengungkapkan bahwa Nasrudin menduga istrinya pun akan menjadi korban. "Kalau saya meninggal, target selanjutnya kamu," kata Rani.
Continue Reading »
JAKARTA - Edo, salah satu tersangka kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen akhirnya bisa bertemu dengan keluarganya, Rabu (6/5/2009), di Polda Metro Jaya.
Pasalnya, pihak keluarga kerap mempertanyakan kondisi tersangka kepada kuasa hukumnya.
"Siang nanti pihak keluarga Edo akan berencana melihat keadaan Edo di rutan Polda," ujar kuasa hukum Edo, Nyoman Ray kepada okezone.
Continue Reading »
“Peluang tokoh nonpartai mendampingi Yudhoyono menguat.
JAKARTA–Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, menyatakan peluang tokoh profesional nonpartai untuk mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sebagai bakal calon wakil presiden dalam pemilihan presiden mendatang semakin kuat. "Pendulumnya saat ini sedang bergeser kuat ke arah tokoh dari nonpartai politik," katanya di Jakarta kemarin.
Dia menegaskan, Yudhoyono akan memilih pendampingnya pada sosok yang diterima luas di dunia internasional. Menurut dia, tokoh-tokoh profesional yang masuk bursa calon saat ini semuanya baik dan cukup dikenal. Tapi ia tetap tak mau menyebutkan siapa saja yang masuk dalam bidikan Yudhoyono.
Continue Reading »
JAKARTA — Komisaris Besar Polisi Wiliardi Wizar mendapat perintah langsung dari Antasari Azhar dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen.
“Kalau polisi, yang (memberi) perintah mestinya atasan langsung. Kalau dia (Wiliardi), diperintah orang lain,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji, tentang hasil pemeriksaan terhadap Wiliardi kemarin.
Ketika ditanyakan apakah Wiliardi mendapat perintah langsung dari Antasari, Juru Bicara Markas Besar Polri Abubakar Nataprawira membenarkan. “Ya, kurang lebih begitu,” ujarnya.
Continue Reading »
Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (nonaktif) Antasari Azhar akhirnya mengakui mengenal Rani Juliani, caddy golf yang disebut-sebut sebagai pangkal masalah terbunuhnya Nasrudin Zulkarnaen. Antasari mengaku mengenal Rani saat diberondong dengan 10 pertanyaan oleh empat penyidik di markas Kepolisian Daerah Metro Jaya kemarin.
Menurut pengacara Antasari, Juniver Girsang, pertanyaan penyidik masih seputar hubungan Antasari dengan korban Nasrudin, para tersangka, dan Rani Juliani. “Dia mengaku kenal dengan Sigid Haryo Wibisono, Wiliardi Wizar, Rani, dan Nasrudin,” kata Juniver setelah mendampingi Antasari.
Pengacara lain yang ikut mendampingi, Mohammad Assegaf, mengatakan Antasari mengaku mengenal Rani sejak tiga tahun yang lalu ketika masih bertugas di Kejaksaan Agung. “Tapi baru satu-dua kali bertemu,” kata Assegaf.
Continue Reading »